Mesran

Hanya ingin berbagi kebaikan dan mendapatkan kebaikan yang lain.

Struktur Kendali

Di PASCAL terdapat 2 jenis struktur kendali :
1. IF
2. Case …. of

Oke kita bahas penggunaan IF.
Struktur dasar sebuah IF yaitu

IF kondisi then
perintah1
else
perintah2 ;

Stuktur diatas merupakan contoh dari penulisan IF, yang jika di artikan terdiri dari 3 bagian pengertian, yaitu :

1. Kondisi, yaitu variabel/data yang ingin di bandingkan
nah pada bagian ini biasanya kita menggunakan operator Relational, operator logika sebagai contoh

Gol := ‘IIIA’ ;
IF Gol = ‘IIIA’ Then

Operator relational yang di gunakan yaitu = (sama dengan). Membandingkan antara suatu nilai dengan nilai yang lain akan menghasilkan sebuah nilai dari dua nilai yang ada, yaitu TRUE (benar) FALSE (salah)

jika di artikan pembandingan diatas sama dengan IIIA = IIIA, maka akan menghasilkan nilai TRUE.

Contoh lain :
NA := 76 ;
IF NA>=70 and NA<=80 Then

pembandingan diatas menggunakan dua buah operator yaitu >=, <= (yaitu operator relational) dan and (operator Logika), jadi dapat di artikan :

Jika 76>=70 dan 76<=80 maka
76>=70 –> menghasilkan TRUE pertama
76<=80 –> menghasilkan TRUE kedua
TRUE pertama di AND TRUE kedua maka akan menghasilkan TRUE untuk nilai IF tersebut.
PUSING…?
oke gini pengertiannya.
TRUE Pertama diartikan Anda
TRUE Kedua diartikan Pacar Anda

so Anda Cinta dan Pacar Anda Cinta, maka akan menghasilkan PERNIKAHAN, hal ini di sebabkan kedua belah pihak setuju, karna sama sama CINTA

jika Anda Cinta dan Pacar Anda TIDAK Cinta, maka akan tidak menghasilkan PERNIKAHAN, jika ini di paksakan maka akan menimbulkan masalah yang ujung ujungnya PERKOSAAN, wuekekekshehehe😀

Masih juga belum paham, wahhh wahh wahh, jika belum paham perhatikan lah lagi tabel kebenaran berikut ini :

0 Identik dengan FALSE
1 Identik dengan TRUE

Operator AND
0 AND 1 hasil FALSE
1 AND 1 hasil TRUE
1 AND 0 hasil FALSE
0 AND 0 hasil FALSE

Operator OR
0 OR 1 hasil TRUE
1 OR 1 hasil TRUE
1 OR 0 hasil TRUE
0 OR 0 hasil FALSE

begitu penggunaan Operator LOGIKA
KESIMPULAN : pada bagian 1(pertama) dari IF, akan menghasilkan satu nilai dari dua nilai yang ada yaitu …? Right TRUE atau FALSE

2. Bagian TRUE
nah bagian ini akan di proses jika hasil dari IF itu TRUE, sebagai contoh pemenggalan dari IF diatas :

IF kondisi then
perintah1

maka perintah1 akan di proses jika Kondisi terpenuhi atau TRUE
sebagai contoh :

Write (‘Golongan : ‘); Readln(Gol) ;
IF Gol = ‘IIIA’ Then
Gaji := 2000000

maka akan di proses Gaji menjadi 2000000 jika yang di inputkan IIIA, BUKAN iiiA hal ini disebabkan karna iiiA itu tidak sama dengan IIIA(masa Barang Kecil dan Barang Besar kenikmatannya sama, wkwkwkwkw😀 sory, sengaja wkwkwkw)

atau contoh kedua
NA := 76 ;
IF NA>=70 and NA<=80 Then
NH :=’B’

maka yang akan di proses yaitu NH di isi menjadi ‘B’

3. Bagian FALSE
nah bagian ini akan di proses jika hasil dari IF itu FALSE , sebagai contoh pemenggalan dari IF diatas :

IF kondisi then
perintah1
else
perintah2 ;

maka perintah2 akan di proses jika Kondisi terpenuhi atau FALSE
sebagai contoh :

Write (‘Golongan : ‘); Readln(Gol) ;
IF Gol = ‘IIIA’ Then
Gaji := 2000000
else
Gaji := 3000000 ;

Jika anda menginputkan IIIB, maka akan menghasilkan Gaji bernilai 3000000.

APAKAH ANDA PAHAM dari penjelasan dari if tersebut ? yang jelas terdapat 3 bagian dari sebuah IF.
sebagai contoh Bahasa Pemrogramannya :

USES Crt ;
VAR

NA : Byte ;
Ket : String[10] ;

BEGIN
Textcolor(10); TextBackGround(3) ;
Clrscr ;

Write( ‘ Nilai Angka : ‘ ) ; Readln(NA) ;
IF NA>=60 Then
Ket := ‘LULUS’
Else
Ket := ‘GAGAL’ ;
Writeln ( ‘ Keterangan : Anda ‘, Ket ) ;

END.

PERLU DI PERHATIKAN, aturan penulisannya
IF NA>=60 Then
Ket := ‘LULUS’
Else
Ket := ‘GAGAL’ ;

1. DIATAS ELSE pernyataan Ket := ‘LULUS’ TANPA di akhiri simbol ;
2. Untuk mengakhiri IF, maka setelah pernyataan Ket := ‘GAGAL’ ; di berikan simbol ;

bisa saja penulisannya begini :
IF NA>=60 Then
Begin
Ket := ‘LULUS’
End
Else
Begin
Ket := ‘GAGAL’ ;
End ;

PERLU DI PERHATIKAN, aturan penulisannya :
1. JIka di bagian Benar atau Bagian Salah, itu hanya satu perintah saja, maka sebaiknya tidak perlu perintah tersebut di buat BEGIN END, karna BEGIN dan END, digunakan jika terdapat lebih dari satu perintah yang akan di eksekusi pada bagian BENAR atau SALAH.
2. END ; digunakan simbol ; karna untuk menghabiskan penggunaan IF
3. TETAP diatas ELSE, yang END tidak di gunakan simbol ;

Dari uraian di atas apakah anda paham bagian bagian dari IF ?
Apakah anda mengetahui aturan aturan dari penggunaan IF ?
Berapakah memori yang di butuhkan terhadap pemakaian variabel dari program NILAI tersebut di atas?

Filed under: Pemrograman Pascal,

2 Responses

  1. […] mengenai if sepertinya tidak perlu saya jabarkan lebih lanjut yah, bisa juga anda dapatkan disini atau disini atau juga […]

Terima kasih telah memberikan komentar anda.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives Per Tahun

%d bloggers like this: