
Pengadaan laptop seharga 18 juta yang dianggarkan yang dianggarkan oleh MA, menuai sorotan tajam oleh masyarakan luas.
Laptop seharga 18 juta, tentu saja merupakan laptop memiliki spesifikasi yang sangat baik, baik dari segi processor, ram, hdd, ataupun pendukung lainnya, padahal laptop seharga 18 juta ini akan digunakan oleh petugas teknis saja, yang tugasnya hanya mengetik history persidangan, mengupload gambar gambar yang perhubungan dengan persidangan. Jadi sama halnya dengan juru ketik saja.
Tentu saja banyak masyarakat yang memberikan pendapat terhadap pengadaan yang dilakukan oleh MA ini.
Wah, 18 juta hanya untuk ketik ketik? Padahal laptop merupakan suatu fasilitas pendukung, yang bernilai sebagai alat bantu. Seharusnya yang lebih di tingkatkan lagi yaitu pelayanan dari institusi itu sendiri. Toh hanya ketik ketik kok!
Like this:
Like Loading...
Filed under: Negara Kita, Yang Terjadi, Negara Kita, Yang Terjadi